Setiap pasangan yang menikah menginginkan hadirnya buah hati,bila harapan itu tak kun jung tiba maka bisa terjadi saling menyalahkan dan yang paling sering disalahkan adalah pihak istri.
Untuk pasangan INFERTIL disarankan berobat ke dokter spesialis kandungan (Obstetri dan Ginekologi)sub spesialis Fertilitas,jadi khusus menangani masalah fertilitas.Tidak semua rumah sakit mempunyai unit/bagian Fertilitas.Rumah sakit pemerintah yang ada unit tsb hanya ada di kota besar seperti Jakarta,Bandung,Jogjakarta,Medan dll.Di Jakarta hanya ada beberapa rumah sakit yang ada unit tsb antara lain:
- RSCM Jakarta klinik Yasmin
- R.S.I.A Harapan Kita unit Melati
- R.S.I.A Bunda Menteng
- R.S.I.A Budi Jaya Tebet
- R.S Asri Duren Tiga (dr.Enud Sudjana.SpOG)
Faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas 40 persen karena faktor suami,45 persen faktor istri dan 15 persen faktor lain yang tidak diketahui penyebabnya.
Faktor penyebab infertil dari pihak suami antara lain :
a.Abnormalitas sperma
Dilakukan pemeriksaan Analisa Sperma untuk mengetahui kualitas sperma seperti
apakah konsentrasi cukup,bagaimana morfologi/bentuknya,motilitas/gerakannya.
b.Gangguan fungsi dan produksi antara lain kelainan pada testis/buah zakar,penurunan
kadar hormon,kelainan gen,infeksi.
c.Gangguan aliran/perjalanan sperma.
Faktor penyebab infertil dari pihak istri al:
a.Kondisi UTERUS/rahim
Adanya infeksi,bakteri,jamur,parasit yang dapat diketahui dengan pemeriksaan TORCH
(Toxoplasma,Rubella,Citomegalovirus,HSV).Pemeriksaan USG juga untuk mengetahui
adanya tumor/MIOMA UTERI,kista,polip dsb.
b.Faktor TUBA FALOPII/saluran telur
Dengan pemeriksaan HSG(HISTEROSALPINGOGRAFI)pada hari ke 9 siklus haid,untuk
mengetahui apakah kedua saluran tuba kanan kiri tersumbat atau tidak tersumbat
/patent.
c.Faktor OVUM/kantung telur,al:
kegagalan ovulasi dan pelepasan hormon.
Pada prinsipnya penanganan infertilitas ada dua macam yaitu dengan cara pengobatan konvensional dan pengobatan dengan teknologi reproduksi.Cara konvensional antara lain dengan obat-obatan untuk memperbaiki faktor-faktor penyebab atau dengan tindakan operasi.
Jika tindakan konvensional gagal maka dapat dicoba dengan teknik reproduksi melalui inseminasi atau bayi tabung.Pada INSEMINASI sel telur tetap dalam tubuh istri,kemudian sperma suami yang telah melalui proses washing/sperma diproses dipilih yang berkualitas baik dimasukan/ditransfer ke dalam rahim dengan tujuan terjadi pembuahan yang diharapkan tumbuh menjadi janin.
Seabad yl teknologi bayi tabung telah dikembangkan dengan lahirnya bayi tabung pertama Louise Brown.Program bayi tabung disarankan untuk infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya dan telah ditangani dengan cara konvensional lebih dari 1 tahun.Tahun 1979 MUI membolehkan bayi tabung dengan syarat tidak melibatkan orang ketiga,sperma dan ovum berasal dari suami istri yang sah dan tidak dengan penyewaan rahim.
Di Indonesia telah dapat dilakukan teknologi bayi tabung di rumah sakit tertentu yang mempunyai unit fertilitas dengan tingkat keberhasilan 30% tergantung usia ibu.Bayi tabung adalah suatu teknik pembuahan dimana sel telur (OVUM) dibuahi diluar tubuh ibu.Prosesnya dimulai dengan pengambilan sel telur ibu kemudian ditemukan dengan sperma pada cawan petri dengan media khusus sehingga diharapkan terjadi pembuahan dengan sendirinya(Metode IVF/In Vitro Fertilization).Sekarang telah dilakukan metode ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) yaitu 1 sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur agar terjadi pembuahan/fertilisasi.Sel telur yang telah dibuahi tsb dalam media khusus dipelihara agar berkembang menjadi embrio yang kemudian akan dipindahkan/ditransfer kembali ke dalam rahim ibu.Bila embrio menempel sempurna (berimplantasi)dalam rahim ibu maka akan terjadi kehamilan seperti kehamilan pada umumnya.